Semua bermula saat penulis mencoba mempertahankan ego yang ada dalam dirinya. Penulis menolak setiap nasihat yang menghampirinya. Hingga akhirnya, di ujung perjuangannya, yang tersisa hanyalah penyesalan yang terus mendarah daging dan sulit untuk dilupakan. Penulis menuntun dirinya pada pilihan yang tidak direstui oleh kedua orang tuanya. Penulis mengira bahwa itu adalah impian yang telah dicarinya selama ini. Namun, ternyata penulis salah. Tanpa restu dari mereka, impian itu pun menjadi sia-sia. Buku ini hadir sebagai renungan untuk kita. Bahwa manusia memiliki versi masing-masing dalam menemukan hidayah-Nya. Hidayah tak jauh bagi setiap insan, tapi insanlah yang menjauh dari hidayah-Nya. Pernah berpikir bahwa hidup ini kadang tak berarti? Inilah alasan mengapa pentingnya menjadi bagian cerita hidayah yang telah Allah SWT anugerahkan untuk setiap hamba-Nya.